Baarle, Satu Desa Dua Negara

DSC09253a
Lambang bendera  pemerintah kota Baarle-Hertog

Batas antar negara di suatu tempat biasanya ditandai dengan rambu-rambu yang jelas di pinggir jalan. Namun tidak demikian halnya dengan desa Baarle yang letaknya di propinsi Noord Brabant dan propinsi Antwerpen yang berbatasan dengan Belanda dan Belgia. Jika anda berada di desa ini, tanpa disadari ketika kaki kiri anda masih di wilayah Belanda, maka kaki yang kanan sudah melangkah memasuki wilayah Belgia. Sangat unik kan? Mengapa bisa begitu? Ingin tahu lebih lanjut? Yuuuk ikutin pengalamanku dolan ke Baarle bersama keluarga beberapa waktu yang lalu.

DSC09267a
Bekas kantor pemerintah kota Baarle-Hertog dengan latar belakang gereja Belgia St. Remigiuskerk

Desa Baarle yang terletak di antara tiga kota yaitu, Tilbrug, Breda di Belanda dan Turnhout di Belgia hanya berjarak kurang lebih 100 km dari tempat tinggal kami di Zoetermeer. Baru sejam lebih mengendarai mobil, tahu-tahu kami sudah sampai memasuki pusat desa Baarle. Terlihat gereja dan beberapa bangunan di sekitarnya yang berbalut dinding batu bata. Walaupun hari minggu toko-toko tetap buka seperti biasa. Kafe-kafe juga nampak sudah mulai dipenuhi pengunjung. Banyak yang memilih duduk-duduk di teras kafe sambil menikmati suasana musim panas yang cenderung sejuk di bulan Agustus ini. Setelah berkeliling sebentar melihat sepintas suasana pusat desa yang cukup homy dan cozy ini, kami lalu memutuskan parkir kendaraan di jalan Nieuwstraat dekat dengan kantor pusat informasi turis.Terbaca di mesin parkir elektronik, hari minggu semua kendaraan boleh parkir gratis di sini. Aku pun bertanya ke petugas kantor info turis untuk cek en ricek.

“Ya benar, di sini setiap hari minggu gratis parkir”, ujar ibu petugas kantor turis yang cukup ramah.

Mana yang Belanda mana yang Belgia?

“Baarle adalah sebuah desa yang terdiri dari dua bagian. Baarle yang masuk wilayah Belanda disebut Baarle-Nassau. Sedangkan Baarle yang masuk wilayah Belgia diberi nama Baarle-Hertog. Nanti kalau kalian berjalan-jalan di sekitar Baarle, tanpa sadar akan menemukan sendiri di mana batas-batasnya. Simbolnya berupa tanda silang warna putih yang dicat pada badan jalan”, imbuh ibu petugas kantor informasi turis sambil memberi kami dengan cuma-cuma sebuah majalah guide tentang desa Baarle, yang bernama “Baarlezine”.

Waktu keluar dari kantor informasi turis, kami langsung bisa menemukan tanda silang yang dimaksud mevrouw tadi, karena menjalar panjang berada persis di samping kendaraan kami. Terlihat juga di beberapa tempat, di sebelah tanda silang yang memanjang itu, sebuah inisial huruf besar B dan NL. Sepertinya penanda untuk menunjukkan di negara mana kita berada. B untuk Belgia dan NL untuk Belanda.

“Loh berarti kita ini berada di perbatasan Belanda-Belgia ya mam?”, seru si adik dengan antusias.

DSC09241a
Toko di wilayah Belanda dan toko di wilayah Belgia yang bersebelahan

Dua toko bersebelahan di seberang jalan juga memperlihatkan hal yang unik. Dari simbol bendera Belanda yang tertera di dinding batanya, terlihat jelas toko tersebut masuk dalam wilayah Belanda, sementara yang kanan adalah toko milik Belgia.

Setelah berjalan beberapa menit menyusuri jalan Singel, di dekat gereja Belgia St. Remigiuskerk, kami menemukan lagi sederetan tanda silang. Artinya kami memasuki lagi wilayah perbatasan Belanda-Belgia. Rumit sekali dan agak membingungkan bukan?

Enclave

DSC09276a
Perbatasan  Belanda-Belgia melintasi toko Zeeman di Baarle

Perbatasan negara yang ada di Baarle ini dikenal dengan istilah enclave. Enclave adalah negara atau bagian negara yang dikelilingi oleh wilayah suatu negara lain. Saat ini ada sekitar 30 enclave di desa Baarle 22 diantaranya masuk ke wilayah Belanda dan 8 lainnya masuk dalam wilayah Belgia. Perbatasan ini saling tumpang tindih dan menjalar melintasi jalan-jalan, gedung-gedung perkantoran, pertokoan dan rumah-rumah penduduk. Dari nomer rumah dan warna bendera yang dipasang di depan pintu rumah serta, kita akan tahu apakah rumah tersebut masuk wilayah Belanda atau Belgia.

Sejarah terjadinya enclave

Sejarah awal terjadinya enclave ini bermula ketika terjadi tukar menukar wilayah pada jaman abad pertengahan antar sesama bangsawan kerajaan Belanda.

DSC09258a
Plakat perjanjian perbatasa Belanda-Belgia tahun 1995

Setelah Belgia menjadi negara yang merdeka, pemerintah Belgia dan Belanda pada tahun 1843 menandatangani perjanjian Maastricht yang berisi penetapan batas antara dua negara tersebut. Namun sayang sekali tidak tercapai kata sepakat untuk perbatasan yang di Baarle. Karena memiliki banyak enclave yang sudah ada dari semenjak jaman abad pertengahan, berakibat situasi perbatasan di Baarle ini memang sangat kompleks. Oleh karenanya waktu itu kedua negara sepakat untuk mematuhi situasi yang sudah ada sejak abad pertengahan ini. Baru kemudian pada tahun 1995 batas-batas 30 enclave di Baarle disepakati sebagai perbatasan nasional resmi antara Belanda-Belgia. Untuk menandai kesepakatan antara kedua negara tersebut, dibuatkan sebuah plakat perunggu yang sepintas bentuknya mirip kepingan puzzle. Monumen ini ditanam pada tegel trotoar jalan pada tahun 1996 persis di garis perbatasan yang letaknya tak jauh dari sebuah restoran di jalan Singel.

Walaupun belum semua obyek di Baarle berhasil kami eksplor, tapi setidaknya kami sudah merasakan sendiri sensasi unik menginjakkan kaki sekaligus di dua negara di desa Baarle ini.

Sebelum meninggalkan Baarle tak lupa kami mencicipi “friet” atau kentang goreng dan ice cream made in Baarle yang tidak hanya cita rasanya  lebih enak, namun harganya juga ternyata jauh lebih murah daripada di Belanda.

Baarle memang unik!

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Iklan

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s