Melongok Taman Kaca Istana Laken

Kisahwisataku istana Laken Brussel
Istana Laken Brussel

Berawal dari browsing internet tentang lokasi wisata di Belgia, aku tak sengaja mengetahui keberadaan ‘de Koninklijke Serres te Laken’, yaitu taman kaca istana Laken yang letaknya di barat laut pusat kota Brussel. Istimewanya, taman ini hanya dibuka untuk umum sekali setahun pada saat musim semi selama kurang lebih tiga minggu. Setelah kulihat di situsnya, jadwal buka di musim semi tahun ini hanya tinggal beberapa hari lagi. Aku pun lalu mengajak  suami dan anak-anak akhir pekan minggu lalu berkunjung ke istana yang beralamat di Koninklijke Parklaan 1020 Brussel.

Kendaraan pribadi dapat diparkir gratis di Vorstenhuislaan, di seberang istana Laken. Tapi karena sudah penuh kami mendapat tempat parkir agak jauh, kira-kira 10 menit berjalan kaki dari istana. Setelah melewati pemeriksaan keamanan di gerbang masuk kompleks istana Laken, kamipun berjalan ke arah loket membayar tiket seharga 2,5 euro per orang. Tampak di depan mata, istana Laken menjulang megah. Bangunan yang juga sering disebut dengan kastil Schonenberg ini adalah salah satu istana kerajaan Belgia dan menjadi tempat tinggal keluarga raja yang sekarang, yaitu raja Filip dan ratu Mathilda. Sayang kami tak bisa selfie lebih dekat ke istana karena penjaga langsung  mengarahkan kami berjalan menuju ke taman kaca.

Taman kaca istana Laken merupakan kompleks bangunan berdinding kaca yang memiliki beberapa ruangan berisi koleksi tanaman tropis. Masing-masing ruangan ini mempunyai nama sendiri-sendiri. Bangunan pertama yang kami masuki adalah gedung Oranjerie yang menjadi pintu masuk kompleks rumah kaca dan terletak di sisi sebelah kanan istana Laken. Terlihat pot-pot besar pohon jeruk berjajar rapi di bagian luar dan dalam gedung Oranjerie. Pohon-pohon jeruknya berbuah lebat, ranum dan kulitnya oranye mengkilat. Kalau boleh memetik dan mencicipinya pasti manis dan segar rasanya. Hangat dan lembab langsung terasa begitu kami memasuki gedung Oranjerie. Namun hal itu hanya berlangsung sebentar, karena rute yang dilewati segera membawa pengunjung ke dalam ruang kaca Theather (Theatherserre), dan tahu-tahu kami sudah berada di luar ruangan di bagian belakang kompleks rumah kaca istana Laken.

Pemandangan padang rumput nan menghijau  dengan kontur tanah yang berbukit menjadikan bagian belakang taman istana Laken ini terlihat asri dan mempesona. Konon kabarnya taman ini memiliki luas kira-kira 14.000 m2 kurang lebih sama luasnya dengan wilayah kerajaan Monaco.

Kisahwisataku wintertuin
Wintertuin atau rumah kaca Musim Dingin

Beberapa pengunjung terlihat antri berfoto di depan gedung Wintertuin atau rumah kaca Musim Dingin, sebuah bangunan kaca yang kubahnya mirip cangkir terbalik. Pucuk kubahnya dilengkapi dengan hiasan berbentuk mahkota Raja. Kaca-kacanya memantulkan warna pelangi, karena tertimpa cahaya sinar matahari yang cukup terang. Bingkai kaca serta baja lengkung penopang kubah didominasi oleh warna hijau. Ini adalah rumah kaca pertama di kompleks taman istana Laken yang dibangun atas perintah raja Leopold II (1835-1909). Raja Leopold II dalam sejarah kerajaan Belgia mempunyai perhatian yang besar terhadap arsitek dan bangunan sehingga dikenal sebagai raja pembangun. Taman Jubelpark di Brussel (baca: Mesjid Agung kota Brussel) dan taman Tervuren juga dibangun atas prakarsa Raja Leopold II.

Wisata Belgia istana Laken Brussel
Kompleks rumah kaca istana Laken

Pembangunan kompleks rumah kaca istana Laken dimulai pada tahun 1868 dan konstruksinya dipercayakan kepada arsitek Alphonse Balat. Pada masa itu kemajuan teknik konstruksi yang menggunakan kombinasi dari logam dan kaca sebagai bahan bangunan, sedang menjadi tren baru. Sehingga disain art noveau ini sempat menjadi sumber inspirasi bagi arsitektur di Belgia saat itu. Setelah kematian Balat, arsitek Henri Maquet antara tahun 1874 sampai tahun 1905 melanjutkan proyek impian raja membangun rumah kaca lainnya di kompleks istana Laken ini. Kecintaanya terhadap tumbuhan dan tanaman juga membuat raja Leopold II meminta bantuan dari ahli botani terbaik untuk memperbanyak koleksi bunga dan tanaman di istananya ini.

Salah satu tanaman yang menarik perhatian pengunjung adalah pohon sophora japonica yang tak berdaun dan rantingnya  berbentuk aneh. Akupun tak mau kalah untuk segera memotretnya. Tak jauh dari pohon sophora itu tampak pohon bunga sakura dengan latar belakang danau dan menara Jepang berwarna merah. Bunga sakuranya masih terlihat lebat, walau beberapa sudah ada yang berguguran.

Kisahwisataku antri ke rumah kaca
Antri menuju rumah kaca Palem

Siang itu walaupun cukup terang, namun udara masih terasa agak dingin. Karena hanya memakai jaket tipis, aku jadinya agak menggigil. Langkah kaki kupercepat dan berharap segera masuk lagi ke dalam gedung. Namun langkahku melambat karena terlihat antrian panjang menuju ke ruang kaca Palem. Lega rasanya ketika setengah jam kemudian akhirnya kami berhasil masuk ke ruangan dan merasakan kehangatan di dalam rumah kaca.

Kisahwisataku azalea
Warna-warni bunga azalea

Koleksi tanaman tropis yang bisa dilihat di ruang kaca Palem antara lain pohon karet ficus elastica, alsophila australis dari Australia, dan pohon pisang. Bunga azalea juga dapat kami jumpai lagi di sini denga warna yang bervariasi, ada oranye, kuning, putih dan merah jambu. Hampir setiap bunga dan tanaman ditulis lengkap nama beserta asal usulnya.

Kisahwisataku geranium
Geranium di lorong rumah kaca

Seringkali kami harus berjalan melalui lorong yang dihiasi rerimbunan geranium berwarna warni. Di beberapa lorong pengunjung perlu berjalan hati-hati sambil menuruni tangga. Begitu berjalan di rumah kaca yang agak luas, kami dapat lebih leluasa bergerak sambil menikmati keindahan dan keanekaragaman tanaman tropis dan subtropis di taman kaca istana Laken ini.

Di dalam taman kaca ini terdapat juga studio ratu Elizabeth, istri raja Albert I (1875-1934) yang memiliki hobby memahat. Benda-benda yang dipamerkan di sini adalah koleksi patung dada pahatannya antara tahun 1941 sampai dengan tahun1951.

Ruang berikutnya yang kami masuki adalah ruang kaca Cermin atau Spiegelserre. Ternyata memang di bawah anak tangga, terdapat ruang kecil yang berdinding cermin. Di sini banyak ditemui tanaman paku-pakuan seperti suplir dan simbar menjangan. Dinding di sekitar cermin dipenuhi tanaman merambat berdaun bulat-bulat kecil rapi bak permadani. Sementara simbar menjangan (platycerium bifurcatum) menempel kuat di dinding, menambah keasrian rumah kaca Spiegelserre. Aku geli melihat tingkah si adik dan kakak yang berfoto di depan cermin. Gayanya menarik perhatian pengunjung yang lain. Mereka pun jadi tertarik dan antre di belakang si adik dan kakak untuk berfoto di depan cermin.

Patung dada raja Leopold II menyambutku di ruang berikutnya yang bernama rumah kaca Embarcade (Embarcadereserre). Ruang ini berfungsi sebagai ruang tunggu para tamu undangan kerajaan sebelum masuk ke rumah kaca Musim Dingin. Di depannya tampak medinilla magnifica (tanaman tropis dari Filipina) menghiasi vas Cina yang dibawa oleh Raja Leopold II dari perjalanannya ke Timur Jauh (1864-1865)

Rumah kaca Musim Dingin menjadi penutup perjalanan kami di rumah kaca istana Laken. Koleksi tanaman tropisnya lebih banyak dan lebih lengkap daripada rumah-rumah kaca sebelumnya. Pohon palem besar tinggi besar berdiri megah berdampingan dengan pilar-pilar penyangga kubah rumah kaca ini. Di sekitarnya ada pohon pisang, pakis, anggrek, pohon durian, pohon kurma serta tanaman  lainnya. Kami berempat berjalan melingkari rumah kaca setinggi kurang lebih 30 meter dengan diameter 60 mater ini sambil membaca nama pohon dan tanaman yang ada, siapa tahu menemukan tanaman yang berasal dari Indonesia. Melihat suasana di sekitarku serta hangatnya udara di dalam rumah kaca ini, aku seperti merasa berada di tanah airku sendiri. Pandanganku tiba-tiba tertuju pada dua pasang oma dan opa yang sedang duduk beristirahat di salah satu bangku yang tersedia. Mereka terlihat menikmati sekali suasana tropis di rumah kaca Musim Dingin ini. Aku hanya membatin, kalau saja semilir angin disertai suara kicauan burung juga ikut hadir disini, pasti mereka akan betah lebih lama duduk di bangku taman di taman kaca ini.

Wisata Belgia Taman Serres Istana Laken
Ruang makan di gedung Oranjerie

Tak terasa sudah hampir tiga jam kami menghabiskan waktu menikmati keindahan rumah kaca kerajaan Belgia yang sangat eksotis ini. Dengan rasa puas kami keluar dari rumah kaca melewati ruang makan di gedung Oranjerie. Sebenarnya kami ingin jajan di sini tapi lagi-lagi karena penuh dan antreannya panjang, dengan menahan lapar kami bergegas menuju kendaraan dan mencari makan di pusat kota Brussel. Bagi anda yang berminat berkunjung ke sini, aku punya tips, sebaiknya datang 30 menit lebih awal sebelum jam buka agar mendapatkan tempat parkir dekat istana dan tidak perlu antre terlalu lama untuk masuk ke rumah kaca.

Informasi lebih lengkap, silahkan lihat di situs http://www.monarchie.be.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s