The Floating Train in Wuppertal

Jalan-jalan Wuppertal
Kereta gantung di Wuppertal

“Ayo kapan main ke Wuppertal, nanti di sana bisa naik kereta gantung lho!”, kata adik iparku kepada anak-anakku beberapa tahun lalu. Saat itu adik iparku tinggal selama 6 bulan untuk memperdalam keahliannya di bidang bedah kosmetik di salah satu Hautklinik di kota Wuppertal. Sayang waktu itu kami belum sempat menjenguknya. Tahun berlalu dengan cepat. Adik iparku sudah lama pulang ke Indonesia. Baru minggu lalu kami akhirnya berkesempatan mampir ke Wuppertal. Kota ini memang tidak setenar kota-kota besar di Jerman lainnya seperti Berlin, Hamburg atau Cologne (orang Belanda menyebutnya Keulen). Namun Wuppertal memiliki transportasi unik dan paling tua di dunia yaitu Schwebebahn atau kereta api gantung.

Wuppertal letaknya di Jerman barat, sekitar 50 km di sebelah timur laut Keulen. Dari kota tempat tinggalku dapat dicapai dengan menggunakan kendaraan pribadi dalam waktu tiga jam, hampir sama seperti kalau pergi ke Groningen di Belanda utara. Kendaraan bisa parkir gratis di P+R (Park and Ride) stasiun kereta api Vohwinkel. Halte Schwebebahn Vohwinkel berjarak 300 meter dari tempat parkir.

Jalan-jalan Wuppertal
Mesin tiket otomatis

Tiket bisa dibeli di mesin otomatis tak jauh dari tempat parkir. Sebelum digunakan, tiket harus dicap di alat stempel di sebelah mesin penjual tiket. Semenjak itu day ticket untuk empat orang seharga 15,9 euro ini mulai berlaku selama 24 jam.

Di halte ujung timur ini semua penumpang harus turun. Kereta akan berjalan lagi dan berputar 180 derajat ke arah berlawanan lalu menunggu kedatangan kereta gantung berikutnya. Serombongan turis lokal Jerman terlihat bersiap membidikkan kamera ke arah kereta yang sedang berputar tersebut. Begitu pintu dibuka mereka langsung menyerbu masuk ke dalam kereta.

Jalan-jalan Wuppertal
Kereta gantung dengan latar belakang perbukitan Wuppertal

Menurut sejarahnya, kereta gantung ini dirancang oleh Eugen Langen dan diresmikan Kaisar Jerman Wilhelm II tahun 1901. Ketika itu kawasan industri di Wuppertal memiliki kebutuhan mendesak untuk transportasi masal yang cepat dan efisien. Pilihan untuk membuat kereta api gantung dikarenakan kondisi geografis Wuppertal yang berbukit dan tanahnya yang berair. Sungai Wupper yang letaknya di daerah padat penduduk menjadi satu-satunya tempat yang masih kosong yang menjadi solusi paling tepat untuk membuat jalur kereta api gantung ini.

Jalan-jalan Wuppertal
Bagian dalam kereta gantung

Kereta gantung memiliki dua gerbong dan setiap harinya mengangkut kira-kira 85000 penumpang. Warna kereta gantung Wuppertal sangat beragam. Ada yang merah, putih, hijau dan oranye. Tempat duduknya berwarna coklat muda dan hanya ada di sisi sebelah kiri. Dari halte Vohwinkel sampai jarak 3 km kemudian, posisi kereta gantung praktis selalu berada di atas jalan kendaraan. Dari ketinggian kira-kira 10 meter ini aku bisa melihat situasi kota Wuppertal. Pertokoan, gedung-gedung kuno, gedung bercorak moderen, stadion olah raga Am Zoo, dan pabrik terkenal Bayer adalah beberapa pemandangan yang bisa dinikmati dari dalam kereta gantung. Keceriaan warga Wuppertal menikmati cuaca cerah sambil berpiknik di tepi sungai juga terlihat jelas dari dalam kereta. Dari halte Zoo kereta gantung selalu lewat di atas sungai Wupper sepanjang lebih kurang 10 km pada ketinggian 12 meter di atas permukaan sungai.

Jalan-jalan Wuppertal
Piknik di pinggir sungai Wupper

Di atas pintu kereta tertera peringatan “Vorsicht beim Aussteigen, Bahn pendelt”, artinya berhati-hati jika keluar karena kereta bergoyang. Kereta gantung memang selalu bergoyang terutama pada saat baru berhenti dan saat melewati jalur rel yang berkelok-kelok dengan kecepatan 60 km per jam. Tidak sampai membuat kita mabuk tapi sensasinya itu yang seru. “Kayak sedang naik perahu yang digoyang ombak ya mah?”, seru adik. Beberapa penumpang yang tidak kebagian tempat duduk terlihat memegang erat tiang di dekat pintu. Aku jadi ingat cerita tentang anak gajah bernama Tuffi. Konon pada tahun 1950 dalam rangka promosi sirkus Althoff di Wuppertal, Tuffi diajak pemiliknya naik kereta gantung. Baru saja beberapa menit melayang di atas kereta gantung, si anak gajah ini nampaknya panik. Dengan sekuat tenaga didorongnya pintu samping kereta gantung ini dan Tuffi terjun bebas ke sungai Wupper. Untung saja hanya mengalami luka ringan. Namun berita ini justru membuat Schwebebahn Wuppertal makin terkenal di seluruh dunia.

Jalan-jalan Wuppertal
Turis kecil Jerman asyik memotret kereta gantung di halte Oberbamen

Kira-kira 35 menit kemudian setelah melewati 18 halte kami berhenti di halte terakhir Oberbamen. Aku geli melihat tingkah seorang anak  kecil yang kelihatan antusias sekali mengambil foto kereta gantung dengan kamera sakunya. Agak lama juga kami berhenti di sini untuk berfoto-foto dan menikmati pemandangan di daerah Wuppertal timur yang berbukit-bukit. Sudah memiliki tiket murah untuk seharian sayang dong kalau tidak dimanfaatkan. Kami sempat turun di beberapa halte untuk menyaksikan kereta gantung yang setiap 7 menit sekali datang dan pergi. Sayangnya ‘ der Kaiserwagen’ atau kereta gantung Kaisar sedang tidak beroperasi. Kereta gantung antik ini dulu dipakai oleh Kaisar Wilhem II dan istrinya Auguste Victoria pada waktu Schwebebahn diuji coba pada tahun 1900. Kereta gantung kuno ini bisa direservasi untuk acara pernikahan atau ulang tahun.

Jalan-jalan Wuppertal
Uhrenmuseum Abeler di Wuppertal

Di halte Wuppertal Hbf kami berhenti untuk berjalan-jalan menikmati suasana pusat kota. Gedung stasiun pusat kota Wuppertal yang kuno sangat kontras jika dibandingkan dengan bangunan pertokoan moderen di sekitarnya. Anak-anak yang sedari tadi menahan lapar mengajak untuk mencicipi kebab Turki di seberang stasiun. Kami juga lewat di depan balaikota Wuppertal dan museum Von der Heydt, museum dengan koleksi benda seni dari mulai abad ke tujuh belas sampai sekarang. Sebenarnya masih banyak yang bisa dieksplor di kota nan asri, cukup tenang dan nyaman ini seperti museum jam ‘Uhrenmuseum Abeler’ , tapi karena hari sudah menjelang malam, kami mesti bergegas naik kereta gantung kembali ke halte Vohwinkel dan melanjutkan perjalanan ke Keulen. Tertarik untuk mendengar lebih banyak tentang kereta gantung Wuppertal? Silahkan download panduan audio dalam bahasa Inggris di http://www.wuppertal.de.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s