Mencari Mesjid di Belanda

Wisata Belanda
Mesjid Al Hikmah di Den Haag

Ketika sedang pergi atau berlibur baik di Belanda atau di negara Eropa lain, mencari mesjid selalu menjadi bagian dari perjalanan kami karena di sini mesjid tidak banyak ditemui seperti di Indonesia. Jangankan melihat bangunan masjid, di Belanda dan beberapa negara Eropa suara adzan panggilan sholat tak bisa bebas berkumandang keras. Selain mengerjakan sholat lima waktu, mengagumi bangunan arsitek mesjid, berkenalan atau bersilaturahmi dengan saudara seiman di rumah Allah tersebut membuat liburan kami menjadi semakin bermakna.

Di Belanda terdapat hampir 500 mesjid, baca: Lijst van moskeeёn in Nederland-Wikipedia. Kebanyakan mesjid-mesjid tersebut milik komunitas Turki dan Maroko. Ada juga mesjid yang dimiliki atau dikelolal oleh warga atau keturunan Suriname dan Indonesia. Meskipun tidak sebanyak di Indonesia mesjid di Belanda bisa ditemui di setiap kota besar seperti di Amsterdam, Den Haag, Rotterdam, Utrecht atau Eindhoven.

Wisata Belanda
Mesjid Aksa di Den Haag

Tidak semua bangunan mesjid di Belanda berbentuk khas seperti bangunan mesjid di Indonesia. Di sini beberapa mesjid menempati bangunan apartemen sehingga dari luar tidak tampak seperti layaknya sebuah mesjid. Beberapa mesjid lain bahkan menggunakan gedung yang sebelumnya adalah gereja atau synagoge. Jika ingin mencari lokasi mesjid-mesjid di Belanda, kami biasanya merujuk ke http://www.moskeewijzer.nl.

Wisata Belanda
Mesjid As Salam di Rotterdam

Dahulu sebelum ada mesjid di dekat rumah kami di Zoetermeer, suami sering sholat jum’at di mesjid Indonesia Al Hikmah di Den Haag yang dulunya juga bekas bangunan gereja. Beberapa kali sholat Idhul Fitri dan hari Raya Kurban juga kami datang ke sana. Letaknya yang strategis persis di dekat halte tram menjadi solusi tepat bagi kami yang pada waktu itu belum memiliki kendaraan. Namun kalau sedang belanja di pusat kota Den Haag kami seringnya numpang sholat di mesjid Aksa di wilayah China town di jalan Wagenstraat 101. Tahun 1981 bangunan bekas synagoge ini dijual pemerintah kota Den Haag dan dibeli oleh komunitas Turki.

Wisata Belanda
Mesjid Fatih di Amsterdam

Jika sedang jalan-jalan ke Rotterdam kami sering mampir sholat di mesjid As Salam. Mesjid milik komunitas Maroko ini paling besar di Belanda dan diresmikan pada bulan Desember 2010. Bangunan di jalan Vredesplein 7  ini mencakup area seluas 2600 m2 yang tersebar di lantai dasar dan tiga lantai  dengan kapasitas sekitar 1500 orang. Lokasinya tak jauh dari stadion sepakbola terkenal di Rotterdam Feijenoord. Di Oostdorp Amsterdam, juga ada mesjid Indonesia. Bulan Agustus tahun lalu sebelum pergi menunaikan ibadah haji, aku dan suami mengikuti manasik haji intensif di mesjid Euromoslim yang letaknya di jalan Ekingenstraat 3-7 ini. Terakhir waktu jalan-jalan di pusat kota Amsterdam aku dan suami mampir sholat di mesjid Fatih. Mesjid ini berada di jalan Rozengracht 150. Asalnya adalah gereja Katolik St. Ignatiuskerk. Semenjak dibeli oleh komunitas Turki pada tahun 1982 gereja ini berubah namanya menjadi mesjid Fatih.

Wisata Belanda
Mesjid An-Nur di Waalwijk

Minggu lalu, dalam perjalanan pulang dari liburan di Ardenen Belgia, kami singgah di mesjid An-Nur di kota Waalwijk. Letaknya di Belanda selatan antara kota Tilburg dan ‘s-Hertogenbosch tak jauh dari jalan bebas hambatan A 59. Mesjid yang beralamat di jalan Noordstraat 270 adalah mesjid Indonesia Maluku sama seperti mesjid Baiturrahman di Ridderkerk. Menurut sejarahnya mesjid An-Nuur ini dibangun pada tahun 1990 oleh arsitek Latief Perotti. Dari kejauhan menara dan kubah mesjid yang berwarna putih sudah terlihat. Dari luar bangunan masjid terlihat sangat asri karena dikelilingi oleh pagar tanaman nan rimbun. Pintu gerbang ada dua berupa pagar besi lengkung warna putih. Bapak-bapak masuk ke mesjid melalui pintu gerbang kanan. Sedangkan ibu-ibu masuk dari pintu gerbang kiri. Bangunan utama yang dipakai untuk sholat bapak-bapak berbentuk segi empat dan di atasnya dilengkapi kubah berwarna putih. Di belakangnya, untuk jemaah perempuan juga berbentuk segi empat dan memiliki kubah yang lebih kecil. Menara mesjid setinggi kira-kira 20 meter berada di samping kiri bangunan utama.

Kami harus memarkir kendaraan 50-an meter dari mesjid karena tempat parkir kendaraan di sekitar mesjid terlihat penuh. Sepertinya sedang ada acara. Suami berjalan ke ruang sholat bapak-bapak. Si kakak dan adik sudah lebih mendahuluiku masuk mesjid. Ruang wudhu berada di sebelah kiri pintu masuk. Di depannya terdapat rak-rak untuk menyimpan alas kaki. Dari pintu kaca tampak empat jemaah putri sedang duduk di kursi tekun mendengarkan ceramah.  Di depannya ada meja panjang. Sambil berbisik aku mengucapkan salam dan minta ijin lewat di depan mereka untuk masuk ke ruangan sholat

“Dari mana mbak?”, mbak Ria membuka percakapan juga sambil berbisik ketika aku akhirnya menemukan kakak dan adik yang sedang sholat di sebelah embak berparas manis ini. Mbak Ria asli Maluku dan baru seminggu datang dari Indonesia. Suaminya orang Belanda namun berdarah Maluku juga. “Di sini tiap hari minggu jam setengah enam ada ceramah dari ustad Sulaiman mbak”,  papar mbak Ria yang masih harus beradaptasi dengan waktu di Belanda menjelang musim panas (di bulan Mei ini sholat maghribnya baru sekitar jam setengah sepuluh malam). Ceramah menarik yang disampaikan ustad terkenal dari Belgia ini diikuti serius oleh jemaah yang masih muda-muda. Mereka sesekali membuat catatan di laptopnya. Kalau dilihat dari raut mukanya sepertinya mereka keturunan Maroko atau Turki.

Sebetulnya aku masih ingin berlama-lama di sini untuk mengenal suasana mesjid dan ngobrol dengan mereka. Tapi karena besok pagi adik harus sekolah lagi, tak lama kemudian kami berpamitan. Alhamdulillah kami bertemu lagi dengan saudara seiman di rumah Allah ini. Selamat datang di Belanda mbak Ria semoga cepet krasan tinggal di sini.

Iklan

2 respons untuk ‘Mencari Mesjid di Belanda

  1. Patrick Prasetyo Mei 13, 2015 / 10:48 pm

    Wah, keren sekali masjid-masjidnya. Lihat dari fotonya aja sudah bikin saya bergumam hebat, masjid disini tidak nampak sebagai masjid. Tentunya harus hati-hati ya dalam memahami bangunan Masjid disana.

    Masjid As-salam dan Masjid An-nur mungkin yang cukup saya sukai, bukan apa-apa, saya kira semuanya bagus kok. Cuma kebetulan kalau lihat dari foto-fotonya. Kedua masjid diatas memang kelihatannya perlu dikunjungi, ditengok lebih jauh juga.

    Suka

    • kisahwisataku Mei 14, 2015 / 4:19 am

      Ini baru sebagian dari mesjid-mesjid di Belanda yang kebetulan sudah saya kunjungi. Ada juga mesjid yang dahulunya bekas gedung olah raga atau gedung sekolah. Insyaallah akan saya ceritakan dalam postingan saya berikutnya. Memang Mesjid As-Salam dan mesjid An-Nur dirancang sejak awal sebagai bangunan mesjid. Sehingga kelihatan seperti mesjid-mesjid pada umumnya yang memiliki kubah dan menara.Trimakasih sudah mampir ke blog saya.

      Suka

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s