Behind The Scene Bollenstreek Flower Parade

wisata belanda bloemencorso
Kendaraan hias kereta emas (de gouden koets)

“Datang saja ke Haarlem, hari ini kendaraan hiasnya masih dipajang sampai jam 5 sore”, saran suamiku pada suatu hari Minggu di bulan April beberapa tahun yang lalu. Itulah kali pertama aku melihat bloemen corso di Belanda. Bloemen corso adalah parade bunga. Jutaan bunga dari berbagai jenis dan warna dipajang pada kendaraan yang sudah didisain dengan bentuk tertentu. Ada banyak bloemen corso di Belanda. Namun yang cukup terkenal adalah yang diadakan di Bollenstreek (baca : Menyisir kebun bunga de Bollenstreek).

wisata belanda bloemencorso
Thema molen

Parade bunga Bollenstreek setiap tahun diadakan pada hari Sabtu pertama setelah tanggal 19 april. Rute yang dilewati panjangnya 40 km dimulai dari pantai Noordwijk menuju ke pusat kota Haarlem. Tidak hanya paradenya yang terbuka untuk umum tapi proses menghias bunganya juga boleh dilihat publik selama tiga hari. Mungkin karena jalur yang dilalui dekat dengan taman bunga Keukenhof, konon even ini selalu menyedot perhatian turis baik dari dalam dan luar negri. Media Belanda sampai memberi julukan acara ini dengan ‘de Mooiste file van Nederland’ artinya kemacetan lalu lintas yang terindah di Belanda. Karena alasan itu pula kami tak berencana nonton paradenya. Lagi pula waktunya bertepatan dengan acara rutin pengajian bulanan dengan teman-teman muslimah Delft.

wisata belanda bloemencorso
Kendaraan hias Rabobank

Hari Jum’at minggu lalu aku mengajak si kakak melihat pembuatan parade bunga tersebut. Pada hari terakhir ini kasa ditutup jam 12.00 karena siangnya kendaraan parade harus berangkat ke Noordwijk. Bau harum bunga sudah tercium semenjak kami memasuki gedung ‘de Klinkenberghal’ di Sassenheim (11km dari kota Leiden). Sambil memberiku dua tiket, petugas mengatakan tiket seharga 5 euro ini sudah termasuk gratis satu cangkir teh atau kopi dan juga tur tentang bloemen corso.

wisata belanda bloemencorso
Persiapan parade bunga

Sudah dua kali kami mencoba ikut bergabung dengan rombongan tur namun akhirnya nggak jadi. Pasalnya pesertanya banyak. Informasi yang disampaikan pemandu tak terdengar karena kalah bersaing dengan suara musik yang cukup keras. Sambil menunggu kami keliling sendiri melihat persiapan akhir parade bunga ini. Sebagian besar sudah selesai. Satu kendaraan hias belum selesai. Bagian bawahnya tampak sedang dilapisi kain hitam. Di atasnya masih akan digelar rumput kata pekerja bernama Martin sambil memegang segepok kawat lengkung berbentuk huruf U. Kawat ini berfungsi untuk menyematkan rumput dan bunga-bunga di kendaraan hias setelah sebelumnya dilapisi busa dan karton. Kami sedang mengagumi kecantikan bunga Lily di salah satu kendaraan hias ketika seseorang memegang bahuku. “Hati-hati bajumu jangan sampai menyentuh sari bunga Lily itu ya! Fleknya sulit hilang!”, nasehat nenek Ilsye yang khusus datang dari Swiss untuk melihat bloemen corso ini. Menjelang penutupan aku memberanikan diri bertanya ke panitya tentang tur. Alhamdulillah aku langsung dikenalkan dengan Wim, salah satu petugas pemandu tur.

wisata belanda bloemencorso
Thema kastil

“Tahun ini bloemencorso memasuki edisi yang ke 68 dengan thema 200 tahun kerajaan Belanda. Karena itu figur kendaraan hias tentu saja tentang sesuatu yang berhubungan dengan dinasti oranye,” kata Wim mengawali turnya. Sambil bercerita Wim mengajak kami melihat 16 kendaraan hias dengan berbagai macam thema. Ada kendaraan dengan thema molen, umbi bunga tulip, kastil, mahkota Raja, topi putri Beatrix, ‘appeltjes van oranje’, museum Naturalis dan lain sebagainya. Aku terpesona melihat kendaraan dengan thema kereta emas kerajaan. Warna kuning bunga Narsis membalut rapi ‘de Gouden koets’ kontras dengan empat kuda penariknya yang berhiaskan bunga Hyacinth ungu.

wisata belanda bloemencorso
Mahkota raja

“Besok pagi kereta emas kerajaan ini akan ditarik oleh 4 ekor kuda sungguhan”, kata Wim antusias. Setengah berbisik Wim lalu menunjuk ke seorang bapak yang sedang serius mengisi sebuah formulir di depan kereta emas kerajaan ini. “Itu salah satu anggota dewan juri”, imbuhnya. Wim yang sering berlibur di Bali ini juga bercerita tentang sejarah bloemen corso yang sudah ada sejak tahun 1947 serta keterlibatan pekerja suka rela dalam pembuatan kendaraan hias ini. Tak lama kemudian, rombongan kendaraan hias mulai diberangkatkan ke Noordwijk sebelum berlangsung parade Bloemencorso keesokan harinya.

wisata belanda bloemencorso
Holland icon pemenang 1 Bloemencorso 2015

Hari Minggunya, dalam perjalanan ke Amsterdam, kami mampir ke Haarlem karena penasaran ingin tahu kendaraan hias mana yang menang. Walaupun masih pagi dan cuaca mendung tampak pengunjung sudah mulai berdatangan ke pusat kota Haarlem untuk menikmati keindahan kendaraan peserta parade bunga. Tebakanku nyaris benar ‘de Gouden koets’ kendaraan hias favoritku jadi juara ke dua. Sedangkan juara pertama diraih oleh kendaraan hias dengan thema Holland iconen dari Keukenhof.

wisata belanda bloemencorso
Pemenang ke 2 Bloemencorso 2015

Walaupun sudah lebih dari tiga hari dipamerkan bunga-bunga hias ini masih belum layu malahan terlihat segar dan semarak. Seperti halnya pengunjung lain, kamipun sibuk berfoto dengan kendaraan hias yang menang. Tiba-tiba aku teringat nenek Ilsye. Aku tak perlu kawatir tersentuh bunga Lily karena setiap kendaraan sudah dikelilingi dengan tali pembatas agar pengunjung tak bisa menyentuh bunga-bunga cantik ini.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s