Wisata Hortikultura di Belanda

Jalan-jalan Naaldwijk
Rumah kaca Looije di Naaldwijk

Tomat, mentimun, paprika dan terong dulu tidak lazim tumbuh di Belanda. Namun produk tersebut sekarang sangat mudah didapatkan dan dikonsumsi setiap saat di negara empat musim ini. Lahan sempit, iklim yang cenderung dingin serta tingginya kebutuhan konsumsi sayur dan buah-buahan mendorong petani di Belanda bercocok tanam di dalam rumah kaca.

Karena ingin tahu bagaimana buah-buahan dan sayur-sayuran tersebut diproduksi di rumah-rumah kaca, akhir pekan lalu aku dan suamijalan-jalan ke salah satu kompleks “glastuinbouw” atau rumah kaca di kota Naaldwijk sekitar setengah jam dari tempat tinggalku di Zoetermeer. Naaldwijk terletak di daerah Westland yang memiliki kompleks rumah kaca terbesar di dunia dan juga paling tua di Belanda. Kebetulan sedang ada acara “Kom in de Kas”, artinya “Masuk ke rumah kaca”. Acara tahunan ini digelar setiap awal bulan april semenjak tahun 1977. Lebih dari 200 perusahaan rumah kaca di seluruh Belanda membuka pintunya gratis untuk umum agar kita tahu lebih banyak tentang aktivitas di balik rumah kaca ini.

Untuk transportasi menuju ke lokasi kompleks rumah kaca, panitya menyiapkan bus yang diberangkatkan dari tempat pelelangan bunga Flora Holland di Naaldwijk. Setelah menempuh perjalanan dengan bus selama sekitar lima menit kami berhenti persis di depan rumah kaca “Looije Tomaten”. Perusahaan tomat seluas 66.000 m2 ini adalah milik keluarga Looije. Di sini kami memasuki kantor perusahaan di lantai satu yang dindingnya juga terbuat dari kaca untuk mendapatkan brosur dan peta dari 12 perusahaan rumah kaca peserta acara Kom in de Kas di Naaldwijk ini. Kemudian kami berjalan melewati sebuah lorong lalu menuruni tangga dan tiba di sebuah ruangan yang ternyata adalah bagian dalam dari rumah kaca.

Jalan-jalan
Kebun tomat di rumah kaca Looije

Iklim di dalam rumah kaca ini sudah dikondisikan sehingga membuat udara terasa sedikit pengap dan panas. Sangat kontras sekali dengan cuaca dingin di luar disertai mendung yang menggelayut semenjak pagi. Di sini kami melihat video tentang pembudidayaan tomat mulai dari biji sampai tumbuh menjadi buah tomat, dan selanjutnya menuju ke kebun tomat di ruangan sebelah. Di kanan dan kiri jalan yang kami lewati terlihat tanaman tomat berderet rapi dan mulai berbuah. Dennis salah satu petugas di sana memperlihatkan kepada kami kuncup bunga tomat berwarna kuning. “Setelah dibuahi oleh kumbang, kuncup bunga ini akan menjadi buah tomat dan siap dipanen sembilan minggu kemudian”, tuturnya. Sambil mendengarkan penjelasan Dennis, kami mencicipi “honing tomaten”, tomat rasa madu sebesar kelereng salah satu produk andalan mereka yang khusus disediakan untuk dinikmati para pengunjung sepuasnya. Aku geli melihat seorang anak yang mulutnya gembung karena penuh berisi tomat. Mungkin sangking enaknya, bocah ini tak henti-hentinya mengambil tomat dan memasukkan ke mulutnya.

Kesan informatif terlihat dari beberapa media audio visual yang tersebar di seluruh ruangan. Pengunjung bisa mendapatkan informasi tentang penggunaan energi, kontrol produksi dan pengemasan tomat. Di sudut-sudut ruangan para petugas siap menjawab semua pertanyaan pengunjung.

Dengan teknologi tinggi, robotisasi dan peralatan serba otomatis, sektor “glastuinbouw” atau hortikultura ini ternyata memiliki peran penting dalam perekonomian Belanda. Berdasarkan data statistik, pada tahun 2012 Belanda mengekspor 1 milyar kilo tomat, itu berarti 62 kg per penduduk Belanda (sumber: CBS).

Jalan-jalan Naaldwijk
Suasana di dalam rumah kaca tropis van der Arend

Dari rumah tomat ini kami rencananya ingin melihat budidaya tanaman hortikultura di rumah kaca lainnya dengan berjalan kaki. Namun sayang di luar hujan cukup deras dan baru sadar kalau kami sama sekali tidak membawa payung. Kami lalu memutuskan naik bus yang kebetulan baru saja menurunkan pengunjung di depan rumah kaca “Looije” ini. Rupanya bus ini berhenti di halte terakhir dekat dengan lokasi rumah kaca tanaman tropis. Alhamdulillah, kami terhibur karena masih ada kesempatan mendatangi satu rumah kaca terakhir. Begitu masuk ke rumah kaca “van der Arend Tropical Plantcenter” serasa mendatangi acara pesta kebun. Pengunjungnya cukup banyak. Sebagian duduk menikmati makanan dan minuman yang telah mereka pesan dari kantin, sebagian lainnya bercengkarama sambil menikmati suasana tropis yang jarang ditemukan di Belanda. Anak-anak terlihat asyik menggambar di sebelah replika Dinosaurus yang selalu padat dikerumuni pengunjung.

Jalan-jalan
Sukulen di rumah kaca tropis van der Arend

Kami berjalan di antara pohon palem,pohon beringin dan pohon-pohon lainnya setinggi empat belas meter. Nico, petugas disana mendekatiku ketika aku sedang mengagumi sukulen yang ujungnya dicat warna warni. Dia bercerita bahwa tanaman yang di “make over” ini ternyata banyak digemari di Perancis. Bunga dahlia, bunga kanthil, pohon olive, pohon pisang dan simbar menjangan juga banyak dibiakkan di sini. Konsumennya kebanyakan dari perkantoran, kebun binatang dan kolam renang tropis indoor.

Betah rasanya kami berlama-lama tinggal di sini menikmati hijaunya dedaunan dan kerimbunan tanaman tropis. Namun hujan di luar sudah berhenti. Ini mengingatkan kami untuk mengakhiri kunjungan wisata hortikultura yang sangat berkesan ini.

Iklan

2 thoughts on “Wisata Hortikultura di Belanda

  1. Adi Pradana April 16, 2015 / 4:59 am

    Sepertinya suasana di dalam rumah kaca tropis van der Arend sejuk ya…

    Suka

    • kisahwisataku April 16, 2015 / 6:59 am

      Trima kasih sudah mampir. Iya lebih sejuk dibandingkan rumah tomat.

      Suka

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s