Kentang Goreng Antwerpen Fritkot Max

Jalan-jalan dan wisata Belgia 1
Restoran Fritkot Max di Antwerpen

Kentang goreng merupakan salah satu makanan khas Belanda yang disukai tua dan muda. Warga Belanda sering menyebutnya dengan patat, sedangkan orang Belgia menamakannya friet. Biasanya makannya ditemani saus mayones, saus tomat atau saus kari. Beberapa waktu yang lalu, aku dan keluarga sempat jalan-jalan ke Antwerpen Belgia dan mampir di ‘Fritkot Max’, restoran kentang goreng di jalan Groenplaats 12 di pusat kota tak jauh dari Cathedral Antwerpen. Ketika memasuki restoran, terlihat tiga anak muda sedang merundingkan apa yang mau dipesan. Tiga orang teman lainnya datang bergabung lalu mendahului naik ke lantai dua untuk mencari tempat duduk. Tiba-tiba, “Hey…hey….sini…turun kalian! Enak saja hanya pesan satu porsi mau dimakan berenam. Lagipula di atas tempatnya sempit. Makan saja di Mc Donald! Di sana tempatnya lebih luas!”, semprot si penjual seorang ibu separuh baya yang berambut pirang. Awalnya anak-anak muda itu sempat protes, tapi akhirnya pada pergi nggak jadi pesan. Adegan itu sempat membuat kami kaget, tapi hikmahnya kami jadi lebih cepat dilayani….he..he.. sudah kelaparan nih.

Jalan jalan & wisata Belgia 2
Friet Antwerpen

Kami memesan empat porsi friet medium yang satu tanpa saus. Satu porsi friet harganya 2,9 euro dan sausnya 70 sen. Kita boleh mengambil saus sendiri sesuai selera. Ada delapan macam saus, kami memilih mayones, kari dan mosterd. Sambil menunggu friet-nya matang, si penjual yang masih ngedumel sendiri memberiku empat mangkuk kertas kecil untuk tempat saus. Rupanya dia lupa kami cuma beli 3 saus. Ketika kukembalikan satu, dia kelihatan senang dan memuji kejujuranku. Ketika pesanan datang kami langsung menuju ke lantai atas. Ruangan yang dijadikan museum ini ukurannya kurang lebih 3mx5m dan hanya berisi lima meja bundar berwarna hijau. Sambil menikmati friet yang ditaruh dalam kemasan kertas berbentuk corong aku menyimak sekitar 25 foto yang tertempel di dinding yang berisi informasi menarik seputar sejarah kentang goreng. Konon kentang diketemukan oleh suku Indian Inca di Peru Amerika Selatan. Kemudian pada pertengahan abad ke 16 bangsa Spanyol membawanya ke Eropa. Pada tahun 1650 di daerah sekitar sungai Maas Belgia mengalami musim dingin yang parah. Akibatnya sungai-sungai disana membeku dan warganya tak mungkin lagi memancing ikan-ikan kecil untuk digoreng, tradisi yang sudah lama mereka lakukan. Alternatifnya mereka mengiris kentang kecil-kecil berbentuk batang lalu menggorengnya.

Jalan-jalan & wisata Belgia 3
Foto-foto tentang sejarah kentang goreng

Mengapa kentang goreng sering disebut French Fries? Istilah ini ternyata muncul saat Perang Dunia pertama. Tentara Belgia yang berbahasa Perancis menawarkan kentang goreng kepada tentara Amerika. Karena dikira tentara Perancis, maka mereka menyebut kentang goreng tersebut dengan French Fries. “Museum” friet ini adalah museum paling kecil yang pernah aku kunjungi. Uniknya disini kita bisa santai memperoleh informasi sambil makan kentang goreng. Di museum lain mana boleh? Tak terasa kentangku ludes. Friet-nya memang gurih dan krispi. Kami sebetulnya masih betah duduk di sini apalagi di luar dingin dan gerimis. Tapi ngeri juga kalau sampai diomelin sama si ibu yang galak itu.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s