Jejak Bung Hatta di Universitas Erasmus Rotterdam

Wisata kota Rotterdam Belanda
Patung Erasmus Desiderius di Universitas Erasmus Rotterdam

Moderen dan bernuansa multikultur, itulah kesanku tentang Rotterdam. Gambaran seperti itu juga kurasakan ketika memasuki pelataran kampus Universitas Erasmus di jalan Burgemeester Oudlaan 50 Rotterdam. Open day kali ini si adik mengajakku pergi ke Universitas Erasmus. Nama universitas ini diambil dari nama ilmuwan besar Belanda kelahiran Rotterdam (1469), yakni Desiderius Erasmus.

Beberapa gedung terlihat masih dalam tahap renovasi. Semenjak merayakan ulangtahun ke 100 pada tahun 2013 yang lalu, sebagian besar gedung-gedung di kompleks Universitas Rotterdam diberi nama alumni atau tokoh yang pernah berjasa bagi Universitas atau kota Rotterdam.

Yang paling menarik buatku, adalah gedung Hatta. Gedung berlantai 17 dan berwarna kombinasi coklat tua-coklat muda yang baru diresmikan pada tahun 2013 ini memiliki 372 kamar berfungsi sebagai apartemen mahasiswa. Aku merasa bangga. Inilah satu-satunya gedung  yang namanya diambil dari tokoh atau alumni non Belanda. Ya, Mohammad Hatta atau lebih dikenal dengan bung Hatta ternyata pernah belajar ekonomi di Universitas Erasmus antara tahun 1921 sampai dengan tahun 1932 yang ketika itu masih bernama Nederlandsche Handels-Hogeschool (1913).

“Dari Indonesia ya?”, sapa gadis cantik berbaju warna biru yang berdiri di depanku. “Iya, kok tahu mbak”, jawabku. Rupanya dia membaca keherananku. “Kelihatan kok dari raut mukanya”, cepat-cepat dia menambahkan. Itu adalah sepenggal obrolan kami dengan salah satu mahasiswi International Bisnis Management (IBM) blasteran Belanda-Indonesia di depan pintu masuk gedung Van der Goot. Suasana internasional memang sudah terasa ketika kami menunggu di depan pintu masuk ruangan presentasi. Seorang ibu dan gadis yang berdiri di sebelah kiriku bicara dalam bahasa Jerman. Adik bilang yang berdiri di sebelah kanannya orang Polandia. Di awal presentasinya, ketua jurusan IBM menyempatkan diri untuk bertanya tentang negara asal para calon mahasiswa. Selain dari Jerman dan Belgia, ada juga yang berasal dari Italia dan Swedia bahkan dari Singapura. Dari brosur yang kubaca, sampai sekarang jumlah mahasiswa Universitas Erasmus berjumlah sekitar 21.000 orang. Lebih dari seperempat mahasiswanya adalah non Belanda dan berasal dari negara-negara di seluruh dunia. Ini semua membuktikan bahwa universitas kebanggaan warga Rotterdam ini memang sangat terkenal dan berkualitas.

Kampus Woudestein, nama kompleks di Universitas Erasmus memang tak sebesar kampus UGM Yogyakarta atau ITB di Bandung. Kami hanya butuh waktu sekitar sepuluh menit berjalan kaki dari ‘Mandeville Building’ di ujung selatan menuju ke ‘Theil Building’ di ujung utara. Brrr….ternyata siang itu di luar hujan gerimis dan udara masih dingin. Aroma sedap masakan tercium ketika kami melewati kantin mahasiswa, ‘Food Plaza’ dan ‘Erasmus Pavilion’, dalam perjalanan menuju ke gedung Theil untuk mendengarkan presentasi berikutnya.

Wisata kota Rotterdam Belanda
Gedung Hatta (kanan)

Universitas Erasmus lokasinya mudah dijangkau dengan menggunakan bis, tram dan metro yang halte nya berada di dekat kampus. Perjalanan ke pusat kota Rotterdam hanya membutuhkan waktu 15 menit. Tentu saja bagi yang suka bersepeda disediakan tempat parkir sepeda. Kendaraan roda empat dapat diparkir rapi di pinggir-pinggir jalan di dalam kompleks. Namun pihak Universitas juga menyediakan fasilitas tempat parkir di bawah tanah. Perpustakaan, gedung theather, supermarket dan gedung olah raga juga tersedia di sini. Kampus Woudestein ini digunakan untuk mahasiswa yang belajar bidang studi ekonomi,management,hukum,kultur dan sosial. Sementara untuk bidang kedokteran dan farmasi,kampusnya berada di lokasi lain yaitu kampus Hoboken, Erasmus Medisch Centrum di sebelah barat kota Rotterdam.

Open day ini sebetulnya juga diisi dengan acara wisata keliling kota Rotterdam dengan menggunakan bus selama 50 menit. Sayang sekali kami tidak kebagian tempat lagi karena telat mendaftar. Namun aku  cukup puas sudah bisa melihat jejak bung Hatta di Universitas Erasmus Rotterdam ini.

Iklan

4 thoughts on “Jejak Bung Hatta di Universitas Erasmus Rotterdam

  1. Mukhofas Al-Fikri Maret 28, 2015 / 2:43 pm

    bagus bagus, saya juga seneng kalau nama hatta salah satu tokoh indonesia yg kuliah di rotterdam di masa penjajahan belanda dulu.

    oya salam kenal, saya juga mau ke belanda liat liat lingkungan di sana.

    Suka

    • kisahwisataku Maret 28, 2015 / 10:05 pm

      Terimakasih sudah mampir ke blog saya dan juga untuk comment-nya ya.
      Salam kenal juga. Semoga sukses dengan rencana ke Belanda-nya.

      Suka

  2. anton November 28, 2016 / 8:38 am

    Mohon informasinya Kak untuk prosedur pengajuan visa studi ke Belanda
    thank’s informasinya
    salam kenal

    Suka

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s