Leiden From the Water

Molen Leiden Belanda
Molen de Put di Leiden

Leiden berjarak sekitar 45 km di sebelah barat daya Amsterdam. Konon setelah Amsterdam, kota di Belanda yang mempunyai banyak kanal indah adalah Leiden. Kota ini memiliki kanal sepanjang kurang lebih 28 kilometer dan sekitar 88 jembatan.

Beberapa kali mampir, baru minggu lalu aku berkesempatan menikmati Leiden dari atas air, gara-gara menemani si adik mengikuti acara open day untuk program bachelor di Universitas Leiden.

Selesai mengikuti seluruh presentasi kami pun berniat refreshing dan berjalan menuju ke arah perahu wisata kanal di dekat gedung balaikota Leiden (Stadhuis). Sesampainya di kanal Nieuwe Rijn, perahu sudah siap. Begitu terkumpul sembilan orang, perahu yang aku tumpangi langsung berangkat. Aku memilih duduk di belakang agar bisa bebas membuat foto. Jip(dibaca: Yip) nama pemandu tour yang juga mahasiswa Universitas Leiden duduk di seberangku. Jip dibantu oleh temannya yang bertugas mengemudikan perahu motor ini. Beruntung sekali cuaca hari itu sangat bersahabat. Terangnya sinar matahari dan hangatnya temperatur di awal bulan Maret membuat banyak pengunjung memadati kafe-kafe di sepanjang kanal.

“Universitas Leiden didirikan oleh Willem van Oranye ( pemimpin Belanda dalam perang melawan Spanyol) pada tahun 1575,” kata Jip mengawali tour. Sambil bercerita tentang sejarah kota Leiden, sesekali Jip menikmati bekal makannya berupa lumpia. Perahu terus melaju melewati bangunan dan tempat-tempat bersejarah di sepanjang kanal.

Tak lama kemudian perahu melewati sebuah molen bernama Molen de Put. Molen kayu yang masih berfungsi menggiling gandum ini dibangun tahun 1987. Molen ini adalah replika dari molen aslinya yang dibuat oleh Jan Janszoon Put pada tahun 1619. Jip lalu bercerita tentang rumah tempat kelahiran Rembrant van Reijn, pelukis terkenal Belanda, yang berada di dekat molen ini. Sayang rumah tersebut tak terlihat dari atas perahu.

Oude Sterrewacht Leiden
Gedung peneropong bintang tertua di Belanda

Selanjutnya kami melewati perpustakaan (Bibliotheek) Universitas Leiden, kebun raya bersejarah ‘Hortus Botanicus Garden’ serta gedung peneropong bintang tertua di Belanda ‘De Oude Sterrewacht’. Kemudian perahu berbalik arah menuju kanal Rapenburg, salah satu kanal paling terkenal di Leiden. Dari atas perahu mataku kembali dimanjakan dengan bangunan-bangunan antik nan menawan di sepanjang kanal, seperti museum ‘Rijkmuseum van Oudheden’, museum Jepang ‘Sieboldhuis’, gedung pusat Universitas Leiden (Academie gebouw) dan beberapa apartemen mahasiswa. Jip dengan semangat juga menceritakan bahwa Raja Willem Alexander dan ibundanya putri Beatrix pernah tinggal di sini yaitu di rumah no 116 dan 45 ketika mereka masih kuliah di Universitas Leiden. Selain itu di Rapenburg no 61 dulu menjadi tempat tinggal tokoh kontroversial jaman kolonial Belanda, yaitu Snouck Hurgronje. Sekembalinya dari Aceh, dia menjadi guru besar di Universitas Leiden.

Wisata kanal Leiden
Wisata kanal Leiden

Mendekati akhir perjalanan, kami melewati bangunan berarsitek neo-klasik bernama Kamerlingh Onnes gebouw, sekarang digunakan sebagai gedung Fakultas Hukum Leiden. Gedung ini dulunya berfungsi sebagai laboratorium fisika. Heike Kamerlingh Onnes adalah seorang peneliti Belanda peraih hadiah nobel. Pada tahun 1908 dia adalah orang pertama yang berhasil membuat Helium cair pada temperatur -269 derajat Celcius.

Tak terasa perjalanan satu jam ini telah berakhir. Sebelum turun dari perahu, aku mengucapkan terimakasih kepada Jip yang telah membawaku menikmati wisata kanal yang sangat mengesankan di kota Leiden ini. “Dankje wel Jip”.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s