Chinatown Den Haag

liburan Den Haag Belanda
Perayaan Imlek di Den Haag

Ada yang spesial hari ini di centrum Den Haag, tepatnya di Chinatown. Komunitas Cina di Den Haag hari ini merayakan tahun baru Imlek. Aku yang tinggal dekat Den Haag tak ketinggalan ingin melihat dan menikmati suasananya.

Setelah parkir mobil tak jauh dari Centraal Stasiun Den Haag (nyari parkir gratis he…he…), aku berjalan kira-kira 10 menit menuju ke arah pusat kota. Chinatown Den Haag lokasinya berada persis di depan Stadhuis (gedung balaikota). Gedempte Burgwal, nama jalan di depan balaikota, sudah penuh dengan penonton tidak hanya warga keturunan Cina tapi juga penduduk asli Belanda dan juga Maroko, Suriname, Turki, Indonesia dll. Di luar cuaca cerah. Padahal sehari sebelumnya hujan sampai malam. Flyer warna kuning dan merah bertuliskan Chinatown Den Haag menghiasi sisi kiri dan kanan jalan. 3 naga berwarna hijau, kuning dan merah sepanjang kurang lebih 2 meter meliuk-liuk mengikuti alunan musik tradisional Cina. Setiap naga diikuti oleh 3 singa barongsai menempuh rute yang berbeda di seputar distrik Chinatown Den Haag ini. Lalu di belakangnya masih ada iringan pemain genderang dan gong Cina membuat suasana parade semakin meriah. Belok kanan ke jalan Wagenstraat melewati gapura khas Cina arak-arakan berhenti di samping toko Bijenkorf.

liburan Den Haag Belanda 2
Gapura Chinatown Den Haag

Gapura yang menjadi simbol pintu masuk sekaligus keberadaan Chinatown Den Haag ini diresmikan pada tahun 2009.Jumlahnya ada dua. Yang satu lagi lokasinya juga di Wagenstraat tapi ke arah yang berlawanan. Kedua sisi jalan ini dipenuhi oleh restoran Cina, salon, akupuntur, toko bahan makanan asia bahkan meubel dan barang antik dari Cina. Nama beberapa jalan di kawasan ini selain ditulis dalam bahasa Belanda juga dalam bahasa Cina. Tenaga sukarela dan polisi tampak ikut berjaga di sekitar kerumunan penonton. Mereka membuat pembatas dari tali agar tetap ada jarak antara massa dengan barongsai dan naga yang masih tetap menari-nari ketika tiba-tiba….dar…der…dor…..bunyi petasan membahana. Asap mengepul dan dalam sekejab tanah berubah menjadi lautan kertas warna merah. Penonton riuh bertepuk tangan gembira.

Tak terasa sudah jam dua, sudah masuk waktu dhuhur. Alhamdulillah di jalan Wagenstraat ini ada mesjid Aksa sehingga aku bisa sholat terlebih dahulu.

liburan Den Haag Belanda 3
Salah satu sudut jalan Chinatown Den Haag

Setelah selesai sholat aku berjalan menyeberangi Wagenstraat ke arah St. Jacobstraat. Suara musik dan petasan masih terdengar ketika aku memasuki pelataran Rabbijn Maarsenplein. Dahulu pada abad ke 16 sampai dengan perang dunia ke dua distrik Chinatown ini pernah dihuni oleh etnis Yahudi sebelum mereka dikirim ke kamp konsentrasi. Setelah itu daerah ini menjadi terbengkalai. Pada tahun 1970 an pemerintah kota Den Haag memutuskan untuk membangun lagi kawasan ini. Itulah awal berkembangnya etnis Cina di daerah ini. Saat ini jalan yang berada persis di belakang gereja Nieuwe Kerk Den haag ini dipadati dengan apartemen. Lantai dasarnya menjadi restoran china, dimsum dan sushi. Sementara lapangan di seberang apartemen dijadikan tempat bermain anak-anak sekaligus monumen peringatan anak-anak Yahudi korban perang dunia ke dua.

Tak jauh dari lapangan bermain, tepatnya di kompleks Markthof, ada toko Amazing Oriental yang menjual bahan makanan Asia. Sebelum kembali ke rumah tak lupa aku mampir ke sana membeli tahu, tempe, taoge dan bumbu pecel. Malam ini aku ingin membuat pecel.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s