Appeltaart Dudok

Appeltaart Dudok
Appeltaart Dudok

Pada suatu sore beberapa tahun yang lalu temenku orang Belanda, Esther mengajakku minum teh di kafe Dudok Den Haag. “Kom… we gaan daar heen. Hun appeltaart zijn lekker”. Artinya kurang lebih,” Ayo….kita ke sana aja, appeltaart-nya enak.” Sambil jalan dia menunjuk ke kafe Dudok yang lokasinya di pusat kota Den Haag di seberang gedung parlemen Belanda. Itulah awal perkenalanku dengan appeltaart Dudok. Esther memang benar semenjak itu kalau appeltaart-nya bukan merk Dudok, buatku rasanya kurang mantap.
Sebenarnya apa yang membedakan appeltart Dudok ini dengan appeltaart yang lainnya?
Menurutku appeltaart Dudok punya ciri khas, toppingnya tidak seperti appeltaart yang lainnya tapi bertaburkan remah-remah berbumbu yang teksturnya kasar. Rasanya gurih dan beraroma kayu manis. Sementara itu adonan kulit luarnya padat dan krispi. Isinya kismis dicampur dengan potongan apel dari jenis goudrenet yang keras berasa asam-asam manis. Disajikan dalam keadaan dingin, ditambah slaagroom dan logo Dudok, appeltaart ini menjadi traktasi yang paling banyak diminati jika berkunjung ke kafe ini, mengalahkan menu-menu lainnya.
Namun  ternyata ada sejarah panjang dan menarik di balik ketenaran appeltaart Dudok ini. Adalah Sereni Horton wanita asal California pada tahun 1991 yang memiliki ide ingin membuat dessert enak di kafe tempat kerjanya di Rotterdam. Appeltaartnya kemudian dinamakan appeltaart Dudok karena pada waktu itu kafe Dudok menempati gedung tua bekas kantor asuransi yang dibangun sekitar tahun 1945 oleh Willem Martinus Dudok. Arsitek yang lahir di Amsterdam pada tahun 1884 ini sangat produktif. Hasil karyanya antara lain toko Bijenkorf di Rotterdam, beberapa gedung pemerintahan di Amsterdam, Leiden, Schiedam dan Den Haag. Paling banyak di Hilversum, salah satunya yang paling terkenal adalah gedung balaikota Hilversum. Sedangkan Sereni Horton sendiri yang bersuamikan orang Belanda, beberapa tahun kemudian memutuskan untuk berdikari dengan kafe barunya Koekela di Nieuwe Binnenweg 79a Rotterdam.
Saat ini jika ingin menikmati appeltaart Dudok, penggemarnya mudah mendapatkannya karena gerainya tersebar di beberapa kota tidak hanya di Den Haag dan Rotterdam tetapi juga di Arnhem dan Tilburg. Uniknya kafe Dudok selalu memilih lokasi di pusat kota dan menempati bangunan tua yang memiliki karakter serta menyimpan banyak sejarah. Bagi yang ingin menginap, kafe Dudok Arnhem bahkan menyediakan akomodasi berupa Dudok studio’s untuk keperluan bisnis maupun keluarga.

Kafe Dudok di Rotterdam
Kafe Dudok di Rotterdam

Ketika akhirnya berkesempatan mampir ke kafe Dudok Rotterdam musim semi yang lalu, aku memilih duduk di ruang baca, letaknya di pojok sebelah kiri dekat pintu masuk. Di sinilah tempat lahirnya appeltaart yang terkenal  itu dan dinamakan dengan nama perancang gedung ini, yaitu Dudok. “Astublief mevrouw uw appeltaart……..eet smaakelijk”,  pelayan membuatku kaget mengantar pesananku. Artinya,”Silahkan bu, ini appeltaartnya…..selamat makan”.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s